RSS

Monday, May 11, 2009

Alhamdulillah, anakku udah di khitan

Seminggu yang lalu anak laki-laki ku yang baru berumur 4 tahun tiba-tiba panas tinggi. Panas yang tanpa sebab tersebut, tentu saja membuat Kami menjadi kaget.

Apa ya penyebabnya..??

Setelah Kami beri obat penurun panas tidak kunjung turun juga, akhirnya dibawalah ke salah satu Rumah Sakit di daerah Jakarta Selatan. Oleh Dokter yang memeriksanya ternyata diketahui bahwa terjadi infeksi pada “Burung” anakku. Lalu disarankan untuk segera dilakukan “Circum” alias sunat. Diputuskan 3 hari lagi langsung dilakukan operasi kecil. Tetapi sambil menunggu operasi, oleh Dokter diberikan obat anti infeksi dan obat penurun panas.

Dari hasil konsultasi dengan dokter, mengingat usia anak Kami baru 4 tahun, maka operasi akan dilakukan dengan pembiusan total (agar tidak meronta-ronta…) . Waduh.. kasihan juga ya… kataku dalam hati. Dan dilakukan dengan menggunakan Laser.

Setelah menjalani operasi yang berjalan kurang lebih memakan waktu sekitar 15 menit, anakku langsung dibawa ke kamar rawat inap dalam keadaan setengah sadar (karena dalam perjalanan menuju kamar, dibuat sadar oleh dokter anestesi). Dan Kami lihat…………. Alhamdulillah, anakku sudah disunat dan tidak berdarah.

Syukurlah, meskipun sunatnya merupakan sunat “terpaksa” karena adanya infeksi di “burung”, tetapi Kami cukup beruntung bisa mengetahuinya lebih cepat. Karena ada kejadian sebelumnya, yaitu ada anak infeksi pada “burung”nya, tetapi karena penanganannya amat sangat terlambat, anak tersebut mengalami gagal ginjal.

Ngomong-ngomong masalah sunat akhirnya iseng-iseng Kami cari artikel mengenai sunat/ khitan. Dan hasilnya bisa anda lihat ringkasan dibawah ini.

Pengertian Khitan

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulun dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa latin circum (berarti "memutar") dan caedere (berarti "memotong").
Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari zaman batu dan makam mesir purba. Alasan tindakan ini masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan pada Yang Maha Kuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk mengubah estetika atau seksualitas. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan, Amerika, dan Filipina

Manfaat khitan

Di antara fungsi khitan bagi laki-laki adalah membuang tempat bersarangnya kotoran dan najis.
WHO memberikan himbauan kepada semua pria dimanapun juga dan agama apapun juga yang mereka anut; agar sebaiknya disunat. Anjuran ini diberikan oleh WHO pada saat konperensi tahunan AIDS sedunia di Toronto. Berdasarkan hasil penelitian yang mereka lakukan di Uganda dan Kenia ternyata telah terbuktikan, bahwa pria yang sudah disunat tidak begitu mudah ketularan penyakit AIDS.

WHO melakukan penelitian terhadap 3.300 pria di kedua negara tsb. Mereka ini dibagi dalam dua kelompok: yang sudah disunat dan yang belum disunat. Test ini dilakukan selama 18 bulan. Dan ternyata terbuktikan bahwa 60% dari mereka yang telah disunat jauh lebih kebal dan imum daripada yang tidak disunat, sehingga dengan mana tidak begitu mudah ketularan penyakit AIDS maupun penyakit kelamin lainnya.

Pria yang disunat jauh lebih higienis, karena lebih mudah merawatnya. Hal ini diakibatkan karena kepala penis jauh lebih mudah dibersihkan dari penumpukan kotoran pada leher kepala penis.

Metode Sunat

Yang namanya sunat bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu cara konvensional dan modern. Cara konvensional maksudnya dengan operasi, sementara yang modern dengan menggunakan sinar laser.

Cara konvensional atau operasi pasti tidak jauh-jauh dari suntikan anestesi / bius, untuk mengurangi atau menekan rasa sakitnya.
Suntikan anestesi untuk sunat dilakukan bukan pada kepala penis, melainkan pada batang penis.
Tentu saja yang namanya suntikan itu sakit, tapi suntikan bius ini akan sangat membantu dalam menekan rasa sakit yang dihasilkan saat Dokter / Mantri memotong dan menjahit ujung kepala penis. Bahkan menurut survei, berkat suntikan bius, rasa sakit saat sunat relatif tidak terasa.

Dari aspek seberapa besar area frenulum yang dipotong, ada 3 jenis sunat cara konvensional yang sudah dikenal di masyarakat, yaitu: tight circumcision, moderat circumcision and loose circumcision.
Masalahnya untuk sunat yang ketat, agaknya bisa menimbulkan masalah kalau sunat ini dilakukan di saat umur sudah agak dewasa, karena kita bisa bayangkan betapa jahitan di penis itu akan "menyiksa" dan dikhawatirkan jahitan itu akan gampang robek.

Mengenai sunat yang high (tinggi) dan tight (ketat), ada baiknya sunat dilakukan dengan masih menyisakan sedikit bagian frenulum, karena frenulum merupakan titik sensitif seksual pada penis, kalau sebagian besar atau seluruh bagian frenulum kena dipotong dan dijahit, maka besar kemungkinan tidak akan jadi titik sensitif lagi.
Prosedur sunat modern, yaitu dengan menggunakan sinar laser.
Nama alatnya adalah LASER CO2 SURETOUCH dari Sharplan, tentunya prosedur ini dilakukan dibawah kendali dokter yang sudah sangat berpengalaman.
Keuntungan penggunaan laser CO2 adalah : operasi cepat, perdarahan tidak ada/ sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah terapi minimal, aman dan hasil secara estetik lebih baik.
Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga.

sumber : wikipedia.com dan mang ucup.com

2 Komentar:

Kevin said...

hai..

abenk said...

blog yang bagus gan.......postingannya juga keren2......
oia, klo butuh referensi atau paper tentang teknik elektro
DAPAT DI KLIK DISINI GAN.....terimakasih banyak...ditunggu kunjungannya

Post a Comment