RSS

Wednesday, July 29, 2009

Benarkah Neil Armstrong Mendarat di Bulan?

Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut?

Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969.

Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan.

Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS.

Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya.

Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.”

Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara.

Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan.






Kepercayaan melemah

Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?”

Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”.

Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam.

Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”.

Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa.

Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu.



Konstelasi

Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003.

Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars.

Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke Bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin.

Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit.

Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS.

Komentar Saya,

Pihak yang skeptis mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara.

Menurut saya, bendera tersebut diikatkan pada tiang yg berbentuk huruf L, agar terlihat berdiri. Dan bendera tersebut adalah kaku dan berkerut-kerut/terlipat, sehingga meskipun tidak bergerak, tetapi terlihat seperti berkibar. Kalo kita jeli melihat dalam videonya terlihat bahwa bendera tsb tidak berkibar/tidak bergerak, tetapi hanya terlihat berkibar karena bendera tersebut memang kusut dan berkerut-kerut.




sumber : kompas.com

3 Komentar:

Anonymous said...

terus yang masalah bintang bersinarnya g ada gmn?

Anonymous said...

Sebenarnya bukan hanya sangsi terhadap video tersebut tapi ini semakin memperkuat keyakinan saya bahwa memang mereka (AS)pembohong besaRRRRR... Sudah banyak bukti, termasuk juga dengan tragedi WTC yang katanya karena pesawat terbang yang menabrakkan diri kegedung tinggi tersebut sehingga runtuh sampai kebawah.... manamungkin! manamungkin gedung kokoh setinggi itu bisa roboh sampai rata dengan tanah hanya karena tubrukan pesawat yang tidak terlalu besar dan itu pun ditabrak dibagian atas??!!!
semua memang karena rancangan dan rencana mereka sendiri yang keji dan tak tau malu...

Anonymous said...

Well, kamu salah besar bila mendekreditkan badan antariksa sebesar NASA teman, dunia sekarang ini telah banyak kemajuan dan peningkatan dibidang astronominya, ini semua tak bisa kita pungkiri sedikit banyaknya merupakan andil dari mereka.saya memang tidak bs membuktikan kebenaran tentang program luar angkasa NASA yg membawa amstrong dkk, tetapi NASA sangat berperan dan telah memajukan penduduk dunia hingga bisa seperti sekarang ini, bayangin NASA ga ada? mungkin anda sekarang tak akan membaca komentar saya ini.. Lah kenapa? karena setiap bit informasi yg anda baca sekarang ini, dikirim melalui satelit yang notabennya adalah NASA sebagai pencetus pertama dunia pada program2 satelit nya, anda juga tak mungkin berkomunikasi dengan telepon / pesan komunikasi lainnya, tanpa itu semua.

Post a Comment