RSS

Tuesday, June 30, 2009

Post Power Syndrome

Post power syndrome adalah gejala yang terjadi dimana ‘penderita’ hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (entah jabatannya atau karirnya, kecerdasannya, kepemimpinannya atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Ada juga yang mengartikan Post Power Syndrome adalah suatu gejala yang terjadi dimana si penderita tenggelam dan hidup di dalam bayang bayang kehebatan, keberhasilan masa lalunya sehingga cenderung untuk susah menerima keadaan yang terjadi pada penderita itu sekarang.

Post Power syndrome biasanya banyak menyerang pada seseorang yang baru pensiun, terkena PHK, yang pernah mengalami kejayaan/kekayaan, pernah memiliki kekuasaan, seseorang yang menjelang tua, turun jabatan, dsb. Biasanya orang yang mengalami Post Power Syndrome menjadi sensitif, mudah tersinggung, dan sejenisnya. Karena mereka sebelumnya terbiasa hidup mudah karena kekuasaan, materi, pekerjaan yang pernah mereka alami, biasa memerintah orang dan biasa dihormati.

Penyakit ini bisa juga terjadi bukan hanya pada orang yg kehilangan kejayaan saja, tetapi bisa juga menyerang pada orang-orang terdekatnya seperti istri dan anak.

Berkurangnya materi, rutinitas, produktifitas, kecantikan dan ketampanan karena usia, dsb, bagi sebagian orang yang tidak bisa menerima kenyataan berlarut bisa mengakibatkan post syndrome yang parah yang bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan sehingga tidak bisa lagi berpikir secara realistis, depresi, dan pada pribadi yang tertutup bisa mengakibatkan psikomatik, (sakit yang disebabkan beban emosi yang tidak tersalurkan) yang parah.

Pada beberapa kasus, dengan bertambahnya usia, fakfor ketahanan tubuh menjadi berkurang, sehingga sedikit saja hal negatif yang dipikirkan merupakan virus bagi mereka sehingga berbagai macam sakit bisa hinggap. Dan yang paling parah bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya (Sudden Death Syndrome).

Kematangan emosi seseorang bisa membantu seseorang untuk bisa melewati fase ini. Dan juga dukungan dari keluarga, teman, lingkungan.

Mencegah

Kita bisa mencegah maupun mengatasi post power syndrome ini dengan selalu berpikiran positif, selalu mengambil hikmah, bersyukur, dan selalu mengikutsertakan Tuhan dalam setiap kehidupan kita. Dengan berpikiran positif kita akan menarik energi positif ke kehidupan kita menjadi tingkah laku yang positif.

0 Komentar:

Post a Comment