Showing posts with label Hiburan / Entertainment. Show all posts
Showing posts with label Hiburan / Entertainment. Show all posts

Thursday, February 4, 2010

Selebritis oh..Selebritis..

Tahukah anda apa perbedaan infotainment di Luar Negeri (ambil contoh Amerika Serikat) dengan infotainment di Indonesia.


Infotainment di LN kebanyakan mengexpose prestasi selebritis mereka, karena mereka memang berprestasi.

Semisal, Beyonce yang mencatat sejarah sebagai peraih 6 Grammy Award ; atau mengexpose Cindy Crawford yang meskipun sudah tua tapi masih keliatan sexy.

Bahkan sampai ada temen yang bilang bahwa sebandel bandelnya Russel Crowe or Robert Downey Jr, si tukang mabok dan berantem yang keluar masuk jerat hukum, mereka masih punya prestasi, ga cuma hidup dari sensasi.


Sedangkan selebritis kita? cukup direpotkan dengan masalah-masalah pribadi mereka ketimbang prestasi, seperti perselingkuhan, perceraian, penipuan dan narkoba. Contoh terakhir adalah tertangkapnya Hendra Samuel Simorangkir atau yang dikenal sebagai Sammy, vokalis band Kerispatih karena sedang mengisap shabu.

Jadinya infotainment kita kebingungan apa yang musti di expose? Sehingga tak heran jika kebanyakan infotainment kita menyiarkan berita penangkapan artis krn shabu, penipuan, perceraian, dsb sehingga lebih mirip berita kriminal daripada berita infotainment. Karena memang sumber/objek beritanya yang ternyata kurang berita (berita dalam arti positif).

Monday, December 7, 2009

Arung Jeram (Rafting) di Cicatih

Rafting atau arung jeram adalah kegiatan rekreasi yang menantang menggunakan perahu karet untuk menelusuri sungai. Hal ini biasanya dilakukan pada sungai yang benyak terdapat jeramnya.

Arung jeram sendiri terdiri dari beberapa tingkatan, dari tingkat wisata atau pemula (grade 1-3) sampai tingkat yang berpengalaman (grade 4-6).

Grade 1: Jeram tidak banyak dan arus tidak terlalu deras, mungkin memerlukan sedikit manuver. (Skill Level: Dasar/pemula)

Grade 2: Ada beberapa jeram dan mungkin beberapa batu, mungkin memerlukan beberapa manuver. (Skill Level: Dasar Mendayung)

Grade 3: Whitewater, gelombang kecil, mungkin drop kecil, tapi tidak cukup bahaya. Memerlukan manuver signifikan. (Skill Level:Ketrampilan Mendayung berpengalaman)

Grade 4: Whitewater, gelombang sedang, jeram bisa mengakibatkan perahu karet terbalik, manuver tajam mungkin diperlukan. (Skill Level: Berpengalaman)

Grade 5: Whitewater, gelombang besar, kemungkinan batu-batu besar dan bahaya yang mengakibatkan perahu terbalik, kemungkinan penurunan besar, memerlukan manuver tepat (Skill Level:Sangat Berpengalaman)

Grade 6: Kelas 6 jeram dianggap sangat berbahaya karena pada dasarnya ketika mengarungi sungai kelas 6 sangat sulit untuk mengendalikan perahu karena arus yang deras dan jeram yang dalam. Arung Jeram kelas 6 ini sangat beresiko tinggi karena dapat mengakibatkan kerusakan pada perahu atau menimbulkan cidera bagi pengarung, bahkan dapat mengakibatkan kematian. (Skill Level:Extreme – Faktor keberuntungan yang bisa membuat orang mampu melewati grade 6 tanpa cidera dengan selamat)

Arung Jeram Sungai Cicatih memiliki kesulitan grade III-IV yang cukup menantang. Dari meeting point kita menuju sungai yg akan diarungi masih ditempuh lagi 10 menit dengan angkot gratis. Setelah mempersiapkan perlengkapan rafting (helm, rompi pelampung dan dayung) yang telah disediakan, ada sedikit briefing dari para kru, lalu mulai distarting point untuk mulai rafting. Ada sejumlah 20 jeram, diantara jeram jontor, jeram blender, jeram roller coster dll.

Foto - Cicatih 5 Desember 2009

Wednesday, August 26, 2009

Facebook tidak bertahan lama


Dalam beberapa bulan terakhir ini, Facebook benar-benar telah mengambil hidup jutaan orang, termasuk di Indonesia. Dan mungkin, bisa jadi termasuk kita sendiri.

Sebabnya, di Facebook, para penggunanya bisa berinteraksi dengan banyak orang, teman-teman baru ataupun teman-teman lama. Di Facebook, kita bisa bermain game internet gratis, juga bisa menampilkan foto-foto kita, dan tidak seperti halnya di blog atau situs, foto-foto tersebut dijamin langsung bisa dilihat oleh friend list yang bersangkutan. Bahkan dikomentari. Di Facebook pula ada fasilitas chatting, dan meng-up-date status—sampai-sampai ke kamar mandi dan segala hal tak penting lainnya pun (atau yang lebih parah, hal sangat pribadi!) diberitahukan kepada khalayak. Dan mendapatkan tanggapan dari beberapa orang. Itulah kelebihan Facebook yang tak didapati di situs-situs jejaring sosial lainnya.

Tidak heran kemudian, jika hampir semua pengguna internet menjadi ketagihan akan Facebook. Apalagi sekarang internet (dan juga Facebook terutama) bisa langsung diakses dari HP yang murah-meriah dengan biaya yang sangat murah pula. Artinya, up-date status bisa terjadi dimana dan kapan saja.

Namun, apakah Facebook akan bertahan lama?

Lama-kelamaan, orang akan semakin sadar bahwa Facebook telah menciptakan sebuah komunitas yang benar-benar maya. Memang betul Facebook juga mempunyai sisi positifnya, seperti menjalin tali silaturahmi dengan orang lain.

Satu-satunya hal yang akan membuat Facebook ditinggalkan adalah kebosanan yang melanda para penggunanya. Setelah mondar-mandir selama tiga atau empat bulan di Facebook, orang akan dengan segera menemukan kejenuhan, karena semuanya hanya berlangsung begitu-begitu saja, dan semuanya selesai.

Hanya saja, para pengguna internet yang baru pun akan terus bermunculan, terutama kalangan ABG. Dan memang, bagi mereka yang masih berusia di periode ini, Facebook benar-benar mewakili kebutuhan mereka akan ajang unjuk diri. Dan mungkin bagi mereka, menghentikan Facebook menjadi sesuatu yang sulit, dan hanya bisa terjadi ketika sudah mulai beranjak dewasa dan atau tua. Jika Anda seorang dewasa, dan begitu kecanduan akan Facebook--salah satu ciri kecanduan Facebook adalah up-date status begitu sering hanya dalam beberapa waktu puluh menit--mungkin sudah waktunya untuk berhenti sejenak.

sumber : eramuslimdotcom

Thursday, July 16, 2009

Skuad Timnas "Indonesia All Star" vs MU

Dua puluh pemain terpilih sebagai anggota skuad Indonesia All Star untuk menghadapi Manchester United. Tak ada kejutan terjadi karena mereka yang terpilih adalah langganan tim nasional.

Seluruh pemain yang mewakili Indonesia menjalani laga menghadapi "Setan Merah" itu dipilih dari hasil polling SMS yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Dipimpin pelatih Benny Dollo, skuad Indonesia All Star 100% diisi pemain langganan "Skuad Merah Putih".



Untuk posisi penjaga gawang terpilih tiga nama yakni Fery Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo, Markus Harison. Sementara lini belakang ditopang defender Sriwijaya FC, Charis Yulianto, yang akan bahu membahu bersama Ricardo Salampessy, Maman Abdurrachman, Isnan Ali dan beberapa nama lainnya.

Sementara Ponaryo Astaman masih menjadi jenderal lapangan tengah bersama gelandang gesit Elie Aiboy dan Eka Ramdani. Mereka akan bertarung menghadapi dahsyatnya lini tengah MU yang diisi Ryan Giggs, Michael Carrick, Nani dan pemain asal Asia, Park Ji Sung.

Di lini depan, Indonesia All Star akan bergantung pada kecepatan Boas Salossa serta ketajaman Bambang Pamungkas. Striker lain yang juga masuk skuad ini adalah Budi Sudarsono, Saktiawan Sinaga dan Talaohu Abdul Musafry.

Skuad Indonesia All Star

Kiper: Fery Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo, Markus Harison
Defender: Isnan Ali, Muhammad Ridwan, Charis Yulianto, Ricardo Salampessy, Maman Abdurrachman, Nova Arianto, Muhammad Roby
Gelandang: Syamsul Chairuddin, Ponaryo Astaman, Elie Aiboy, Firman Utina, Eka Ramdani
Striker: Boas Salossa, Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Saktiawan Sinaga, Musafry


Sementara itu, Manchester United menurunkan tim sebagai berikut :



Van der Sar excited by tour

Edwin van der Sar can't wait to return to the continent of United's recent Club World Cup triumph when the Reds head out on a pre-season tour of Asia.

United were in Japan in December to become the first English team to be named World champions, and van der Sar is looking forward to returning to perform in front of the Reds' loyal Far East fanbase this month.

"The last time we were in Asia was a great occasion because we became world champions and everyone is looking forward to going out there again this week," Edwin told ManUtd.com.

Old Trafford is full most weeks with die-hard Reds from closer to home, but Edwin says these summer trips are an opportunity for equally devoted United fans from around the globe to see the Reds up close.

"It’s a great feeling to see the joy on people’s faces when we’re in Asia," he says.

"The fans are so fanatical and dedicated – some wait outside our hotel all day and night. Many of them don’t get the chance to see us very often so it’s great that we can over there and visit them."

source: detik.com ; manutd.com

In Latest ‘Harry Potter,’ Rage and Hormones

Are we there yet? Well, not quite. “Harry Potter and the Half-Blood Prince,” the latest big-screen iteration of the global phenomenon, is merely the sixth chapter in a now eight-part series that, much like its young hero, played by Daniel Radcliffe, has begun to show signs of stress around the edges, a bit of fatigue, or maybe that’s just my gnawing impatience. Not that the director, David Yates, doesn’t keep things moving and flying and soaring, his cameras slashing through the gloom that has settled onto this epic endeavor like a damp, enveloping fog and at times threatened to snuff out its joy as terminally as a soul-sucking Dementor.

That any sense of play and pleasure remains amid all the doom and the dust, the poisonous potions and murderous sentiments, is partly a testament to the remarkable sturdiness of this movie franchise, which has transformed in subtle and obvious fashion, changing in tandem with the sprouting bodies and slowly evolving personalities of its young, now teenage characters. The series is now almost as old (it took off in 2001) as Harry was when he started his journey, which found the orphan whisked after his 11th birthday from a cramped, tragic nook to Hogwarts, a school of witchcraft and wizardry in a parallel world teeming with wondrous creatures, including an embarrassment of lavishly talented British screen actors.


Surgically adapted by Steve Kloves, who has written all the screenplays save for No. 5, “The Half-Blood Prince” was to be the penultimate film, the corollary to the J. K. Rowling book. Instead, the concluding volume, “Harry Potter and the Deathly Hallows,” has been deemed hefty enough by Warner Brothers — 784 hardcover pages, 2.4 pounds shipping weight, a fight to the death — to be split into two movies that will hit in late 2010 and summer 2011. Considering that the take for Harry Potter and His Big Pot of Cinematic Gold now totals almost $4.5 billion in international box office, the studio’s reluctance to embrace the end is touchingly obvious.

But, seriously, could we just get on with it? For at least one committed follower of the series, who closed the last chapter on Harry soon after “The Deathly Hallows” was published in 2007, the lag time between the final books and the movies has drained much of the urgency from this screen adaptation, which, far more than any of the previous films, comes across as an afterthought. Mr. Yates, who directed the last movie, “Harry Potter and the Order of the Phoenix,” which also arrived in summer 2007, does a fine job of keeping Ms. Rowling’s multiple parts in balanced play, nimbly shifting between the action and the adolescent soap operatics. Yet even with a surer directorial touch, he can’t keep the whole thing from feeling like filler.

Not that he doesn’t juice the material for all it’s worth, starting with some preliminary mayhem meant to signal that this isn’t your 10-year-old’s Harry Potter.

After a nod to the last movie’s big finish, with Harry bloodied but victorious, the new picture opens in London, where an office filled with nonmagical humans (Muggles, in Rowling-speak) are staring out the high-rise windows — as slack-jawed, presumably, as those filling theater seats — at sinister gray clouds surging in the sky. Suddenly three plumes of black smoke, Death Eaters in fast, fuming motion, cut through the moody overhead dome, race through the streets and wobble the pedestrian-only Millennium Bridge that slings across the Thames, snapping cables, fatally upending human bodies and further unnerving the wizardly world.

If you haven’t been keeping up with the story, well, there’s always Wikipedia. Although Mr. Kloves has done an admirable job tailoring Ms. Rowling’s progressively longer and baggier books, he or, perhaps more accurately, the series’s producers have not made many concessions for the uninitiated. If you have kept pace, you will grasp why Dumbledore (the invaluable Michael Gambon), the headmaster of Hogwarts, has placed so much trust in Harry, a callow student with prodigious wizard gifts and little discernable personality. The chosen one, Harry has been commissioned to destroy the too-little-seen evildoer Voldemort, a sluglike ghoul usually played by Ralph Fiennes (alas, seen only briefly this time out) and here played, in his early embodied form as Tom Riddle, by the excellent young actors Hero Fiennes Tiffin and Frank Dillane.

There must be a factory where the British mint their acting royalty: Hero, who plays the dark lord as a spectrally pale, creepy child of 11, is Ralph Fiennes’s nephew, and Frank is the son of the terrific actor Stephen Dillane (Thomas Jefferson in the HBO mini-series “John Adams”). The younger Mr. Dillane, who plays Voldemort at 16, conveys the seductiveness of evil with small, silky smiles he bestows like dangerous gifts on Jim Broadbent’s Horace Slughorn, a professor whose trembling jowls suggest a deeper tremulousness. When Slughorn, the fear almost visibly leaking from his body, shares the secret of immortality with Voldemort, you feel, much as when Ralph Fiennes raged through “Harry Potter and the Goblet of Fire” in 2005, that something vital is at stake.

If that sense of exigency rarely materializes in “The Half-Blood Prince,” it’s partly because the series finale is both too close and too far away and partly because Mr. Radcliffe and his co-stars Emma Watson and Rupert Grint, as Harry’s friends Hermione and Ron, have grown up into three prettily manicured bores. Unlike the veterans, notably the sensational Alan Rickman, who invests his character, Prof. Severus Snape, with much-needed ambiguity, drawing each word out with exquisite luxury, bringing to mind a buzzard lazily pulling at entrails, Mr. Radcliffe in particular proves incapable of the most crucial cinematic magic. Namely the alchemical transformation of dialogue into something that feels like passion, something that feels real and true and makes you as wild for Harry as for all those enticingly dark forces.

By MANOHLA DARGIS

Thursday, July 9, 2009

Suzuki Swift GTS


Pasar hatchback yang selama ini hanya didominasi oleh Honda Jazz dan Toyota Yaris, sepertinya harus lebih waspada. Karena PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan akan meluncurkan varian hatchback terbarunya dari generasi Swift, yakni Swift GTS.

Sebagai pengembangan dari generasi Swift, varian ini telah dipermak ulang terutama pada segi tampilannya, yakni sektor eksterior.

Sedangkan pada jenis dan kapasitas mesin, Swift generasi terbaru ini masih menggunakan mesin dengan spesifikasi M 15A, DOHC, VVT, Multi point Injection, dengan kapasitas 1490 cc.

Swift pun dikenal sebagai kendaraan yang memiliki desain kompak, dengan dimensi panjang 3765 mm, lebar 1690 mm serta tinggi 1510 mm, sehingga memudahkan pengendara ketika hendak melakukan manuver-manuver.

Perbedaan dengan Swift sebelumnya

Spoiler depan bagian bawah mengalami perubahan, yakni lebih lancip ke depan.

Selain itu, Swift GTS memaksimalkan air screw dengan membuang fog lamp pada spoilernya.

Pada bagian samping, giliran spion yang sudah dilengkapi dengan lampu sein, sehingga lebih memaksimalkan keamanan ketika berbelok.

Bagian buritan pun turut terkena sentuhan perubahan, seperti penambahan Spoiler atas, dipadukan dengan kombinasi stop lamp yang didesain lebih sporty.

Begitupun dengan bagian bawah, selain ada penambahan diffuser, posisi knalpot pun berpindah ke tengah dengan kombinasi twin pipe bawaan HKS Jepang.

Penanda lainnya, selain ke semua padanan tersebut, Anda bisa mengetahui Swift GTS melalui suara klaksonnya yang sudah mengadopsi Double Horn, selain tentunya logo Swift GTS pada bagian belakang sebelah kanan


Harga tidak akan lebih dari 10% naiknya dari Swift lama, Harga mobil-mobil Swift di pasaran berada pada rentang Rp 163,5 juta untuk varian paling murah yakni Swift ST manual transmisi dan sampai Rp 186,5 juta Swift paling mahal yakni Swift GT2. Dengan mengambil ukuran itu, berarti harga Swift GTS berkisar antara Rp 179,85 juta sampai Rp 205 juta.

Sejauh ini, Suzuki sudah mengeluarkan 3 tipe Suzuki Swift, yaitu Swift ST, Swift GT dan GT2.

sumber : detikoto.com

Wednesday, July 8, 2009

Hantu Michael Jackson Gentayangan..!!

Sosok hantu itu dikabarkan tertangkap oleh kamera televisi awak tur konser King of Pop tersebut di Neverland. Penampakan bayangan mirip dengan Jacko di kediamannya yang dipersengketakan di pengadilan itu telah menyerap perhatian khusus bagi mereka yang percaya akan kekuatan supranatural. Mereka juga menangkap “sosok” Jacko pada saat kru CNN Larry King sedang melakukan wawancara dengan Jermaine Jackson

Penampakan 1

Mereka mencoba meyakinkan para pengunjung situs YouTube bahwa bayangan yang difilmkan dari koridor ruangan tersebut adalah penampakan Jacko. Gambar video yang juga ditayangkan oleh CNN dalam program Larry King show ini menambah deretan rumor yang muncul pascakematian Jacko hampir 2 pekan lalu


Penampakan 2
Beredar di youtube video penampakan hantu michael jackson di ranch neverland milik michael jackson. Penampakan tersebut secara tidak sengaja terekam ketiaka kru CNN Larry King sedang melakukan wawancara dengan Jermaine Jackson

Saturday, May 30, 2009

International Show 2009 : Police Academy Stunman Show 2 "The Chameleon"

Yang sudah pada tahu Police Academy Stuntman Show 2008 lalu bakal penasaran, seperti apa Aksi dahsyat yg akan ditunjukan oleh para stuntman professional asal Italy kali ini, yang jelas Police Academy Stuntman Show 2 dg code The Chameleon memberikan cerita yg benar2 baru, aksi drifting, sliding, 2 wheels side standing action, dan berbagai aksi2 baru yg belum pernah ada di Police Academy Stuntman Show sebelumnya, antara lain Monster Truck jumping (berdiri dg dua roda belakang), 3 mobil berjalan bersama dg dua roda pada satu sisi dan aksi lain yg hanya ada di Police Academy 2 The Chameleon 2009.


Armada yg dibawa kali ini, antara lain, 16 mobil, 3 motor trial, 2 ATV Quads, 1 Monster Truck, 1 helikopter, dan tambahan spesial efek yg lebih dahsyat lagi sperti efek ledakan atau api, juga dipermanis oleh atraktif dancer Police Academy.

Aksi para stuntmen dan stuntwomen ini digelar minimal 3 kali sehari untuk Tim yang dikepalai oleh Gianluca Folco ini sudah malang melintang di Italy dan belahan dunia lainnya. Dengan skill profesionalnya, tim ini ikut terlibat dalam film James Bond 007 "Quantum of Solace".

So.. tunggu apa lagi, Police Academy Stuntman Show 2 ” The Chameleon ” yg dahsyat ini bakal hadir di Pantai Carnaval Ancol mulai 6 Juni s/d 18 Agustus 2009.

Jadwal Pertunjukan:
I 14.30-15.15 (additional-tentative)
II 16.15-17.00
III 18.00-18.45
IV 19.45-20.30

Tiket:
VIP : Rp 150.000
Bisnis : Rp 100.000

“It’s Real Spectacular Event of the Year”

Wednesday, May 27, 2009

Cinta Laura yang merasa dikhianati karena foto ciumannya disebarluaskan

Jakarta Pasti sakit rasanya jika dikhianati teman dekat. Apalagi teman tersebut menyebarluaskan dokumen pribadi yang tak layak untuk dikonsumsi umum. Seperti Cinta Laura yang merasa dikhianati karena foto ciumannya disebarluaskan.

Di internet beredar foto Cinta Laura sedang dicium oleh seorang pria bule. Dalam foto tersebut, Cinta membelakangi sang pria. Sedangkan pria bule itu memeluk Cinta dari belakang dan mencium pipi kiri pemain sinetron 'Air Mata Cinta' tersebut.

"Gara-gara temannya Cinta ada yang pengkhianat, jadi nyebarin fotonya itu. Sebenarnya kejadiannya sudah setahun yang lalu dan saat itu Cinta juga ramai-ramai dengan temannya, nggak cuman berduaan aja," ujar Herdiana, ibunda Cinta, saat dihubungi detikhot lewat telepon, Selasa (26/5/2009).

Foto itu sempat dimasukkan ke akun Facebook milik gadis kelahiran Quakenbruck, Jerman, 17 Agustus 1993 tersebut. Namun Herdiana mengingatkan putrinya untuk segera menghapusnya karena urusannya akan panjang nanti.

"Tante bilang ke Cinta, mending kamu hapus foto itu. Pasti nanti bakal jadi gosip di infotainment," imbuhnya.


Sumber :
http://www.detikhot.com/read/2009/05/27/122933/1137910/230/dikhianati-teman-foto-ciuman-cinta-laura-beredar



Friday, May 15, 2009

1 Juni, Tiket Manchester United Di Jakarta Sudah Bisa Dipesan

Jangan khawatir dengan berbagai gosip yang menyebutkan tiket pertandingan Manchester United di Jakarta sudah habis terjual.

Oleh Bima Prameswara Said
http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2009/05/14/1265408/1-juni-tiket-manchester-united-di-jakarta-sudah-bisa-dipesan

Lawatan Manchester United ke Malaysia, Indonesia, Korea dan Cina pada 18-26 Juli mendatang tentunya merupakan salah satu even sepakbola yang paling dinantikan tahun ini.

Menurut rencana, pertandingan United melawan Indonesia All-Stars akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 20 Juli 2009. Sejak tur ini diumumkan secara resmi lima bulan lalu, ribuan fans sepakbola di tanah air, baik pendukung United maupun tidak, berjibaku mencari informasi tiket pertandingan.

Wajar saja bila informasi tiket sulit dicari. Menurut pihak penyelenggara tur, sebagian besar dari tiket pertandingan ini memang diprioritaskan untuk sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan tim United, terutama dengan sponsor-sponsor klub seperti American International Group (AIG), yang juga memiliki kemitraan bisnis dengan berbagai perusahaan di Indonesia.

Herman Chaniago, ketua tim komersial dari panitia pelaksana pertandingan, menegaskan, pihaknya saat ini masih mendahulukan pemesanan tiket dari berbagai perusahaan.

Namun, pria yang akrab disapa Ago itu menambahkan, pihaknya optimistis para bolamania di Indonesia akan tetap bisa menyaksikan pertandingan ini secara langsung, jika mereka bisa melakukan pemesanan tiket pada waktunya.

Panitia pelaksana sudah bisa memastikan, penjualan tiket pada hari pertandingan tidak akan dilakukan. Tapi mulai Senin, 1 Juni, jalur resmi pemesanan tiket untuk umum akan dibuka melalui telpon 021-57852749 di Pintu I Gelora Bung Karno Senayan.

Berikut adalah harga tiket untuk menyaksikan pertandingan Manchester United melawan Indonesia All-Stars:

VVIP: Rp3.500.000
Sudah termasuk menonton sesi latihan United pada 19 Juli, pelayanan valet parking pada hari pertandingan, makanan dan minuman sepuasnya, bar dan lounge area.

VIP Barat: Rp1.500.000
Sudah termasuk menonton sesi latihan United pada 19 Juli, free flow makanan dan minuman.

VIP Timur: Rp1.000.000
Sudah termasuk menonton sesi latihan United pada 19 Juli, free flow makanan dan minuman.

Kategori 1: Rp400.000
Sudah termasuk menonton sesi latihan United pada 19 Juli dan kotak makanan.

Kategori 2: Rp250.000

Kategori 3: Rp100.000

Masih kata Ago, jumlah pemesan untuk kategori VVIP sudah melampaui 500 tiket yang tersedia. Tingginya biaya tiket ternyata tidak mengurangi antusiasme fans untuk memburu tiket mahal.

"Pecinta sepakbola tampaknya menyadari bahwa tingginya harga tiket ini sangat wajar mengingat dana untuk mendatangkan United memang besar. Di tiga kota penyelenggara Manchester United Asia Tour lainnya, yakni Kuala Lumpur, Seoul dan Hangzhou, penjualan tiket juga dilakukan melalui pemesanan mulai awal Juni nanti," jelas Ago melalui laman resmi PSSI.