Friday, August 6, 2010
Tabung Gas Meledak ???
"Beberapa hari belakangan ini, pemberitaan mengenai Tabung Gas Meledak, ramai jadi perbincangan.
Ini berita BURUK atau berita LUCU? Seorang kerabat saya yang berasal dari Australia, tertawa (sampai terpingkal-pingkal) dengan berita-berita yang berkeliaran di media-media Indonesia, khususnya berita mengenai Tabung gas meledak. Dia menanyakan, apakah memang tabung di Indonesia bisa meledak seperti layaknya Bom atau granat? "Wah, bagaimana resepnya? Koq kami tidak bisa membuat benda yang sama?"
Saya hanya berusaha menjelaskan, bahwa persisnya tidak seperti itu. Tidak mungkin meledak. Karena setiap berita yang menginformasikan adanya tabung gas yang meledak, ternyata pada layar kaca maupun gambar-gambar tampak jelas kalau tabungnya baik-baik saja, utuh, hanya catnya yang terkelupas dan tentusaja tidak hancur berkeping-keping sebagaimana layaknya bom atau granat yang meledak.
Mengapa banyak media menggunakan kata "MELEDAK"? Menurut saya, biar nampak heboh saja. Dan tentusaja kita lebih senang mendengarkan dan menyampaikan berita yang seru daripada mendengarkan dan menyampaikan informasi yang benar dan lebih bermanfaat. Misalnya, kenapa gas bisa mengakibatkan ledakan? Dan apa sebenarnya penyebabnya.
Kalau orang asing sampai terpingkal-pingkal, seharusnya kita yang ditertawakan merasa malu, mencari tahu kebenarannya dan bukan malah jengkel apalagi masa bodoh dan tetap berada di dalam "kebodohan".
Kenapa Gas Bisa Meledak ?
Sebenarnya yang terbakar adalah gas. Dan tentusaja bukan tabungnya. Suara ledakan, adalah akibat jumlah gas yang cukup banyak dan terkonsentrasi di luar tabung. Kalau gas masih tetap berada di dalam tabung, maka gas tersebut tidak akan terbakar. Gas yang berada di dalam tabung, memberikan tekanan keluar, sehingga tidak mungkin api sampai masuk ke dalam tabung.
Sebagai contoh, saat kita memasak, klep yang berada di atas tabung, terbuka oleh tekanan regulator, lalu gas mengalir menuju kompor melalui selang. Sistem pada kompor, membagi gas secara merata pada masing-masing mata tungku, sehingga kita bisa memasak seperti biasa. Seandainya api dapat "tersedot" atau "menyambar" ke dalam tabung melalui gas yang dialirkan di dalam selang, maka setiap kita memasak pastilah akan terjadi kebakaran.
Sebenarnya, setiap kita memasak, terjadi "KEBAKARAN". Hanya saja, jumlah gas yang keluar jumlahnya tidak banyak, dapat dikendalikan, sehingga "kebakaran" tersebut dapat kita manfaatkan untuk memasak.
Pada prinsipnya, gas akan habis jika bertemu api. Oleh karenanya pada setiap kilang minyak maupun kilang gas, pada ujung cerobong diberikan api. Agar gas tersebut habis terbakar dan tidak menyebar kemana-mana.
Yang BERBAHAYA adalah saat gas keluar dari tabung dan disana tidak ada api. Parahnya, disanapun tidak ada ventilasi yang dapat mengalirkan gas keluar dari ruangan. Akibatnya, gas akan terus berkumpul, menjadi banyak, dan memiliki tekanan yang cukup tinggi. Sehingga pada saat ada yang menyalakan kompor, korek api atau menyalakan listrik maka akan menimbulkan percikan api. Gas yang terkonsentrasi di dalam ruangan dalam jumlah yang banyak, akhirnya terbakar secara bersamaan. Inilah yang menimbulkan suara seperti ledakan dan daya bakar yang luar biasa cepat.
Jadi, penyebab terjadinya kebakaran gas karena adanya 2 unsur yang saling medukung:
Pertama, karena adanya kebocoran gas. Kedua, karena tidak ada ventilasi sehingga gas tersebut terkonsentrasi. Kalau hanya salah satu saja penyebabnya, maka tidak akan terjadi kebakaran besar. Gas yang bocor di tempat terbuka, mungkin saja dapat terbakar, tapi tentulah tidak sedahsyat gas yang bocor di tempat yang tidak berventilasi baik.
Penyebab Kebocoran
Gas dapat keluar dari Tabung yang terbuat baja penyebabnya bisa bermacam-macam sebagai berikut :
1. Tabungnya bocor
2. Regulator rusak atau bocor
3. Regulator tidak menutup dengan rapat
4. Selang rusak atau bocor
5. Sambungan antara selang dengan regulator tidak rapat
6. Sambungan antara selang dengan kompor tidak rapat
7. Knop kompor dalam keadaan terbuka, sehingga terus mengalirkan gas.
Dari 7 penyebab keluarnya gas tesebut, kira-kira berapa persen salah pertamina dan berapa persen salah kita sebagai pengguna ?
Kesalahan dari pihak pemerintah, pertamina dan konsultan yang ditunjuk untuk membagi-bagikan paket tabung dalam program konversi adalah karena tidak mensosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan kompor dan tabung gas yang benar dan aman.
Kesalahah lainnya yang cukup fatal adalah TIDAK MEMBERITAHUKAN UMUR SELANG dan REGULATOR kepada masyarakat pengguna kompor dan tabung gas. Selang dan Regulator, rata-rata dapat bertahan dan bekerja dengan baik selama 12 bulan sampai maksimal 20 bulan.
Nah, Kapan terakhir kita mengganti SELANG dan REGULATOR ?
Kalau kita pun tidak ingat kapan terakhir kali mengganti selang dan regulator, artinya, kita pun tinggal menunggu waktu dan PASTI akan menjadi salah satu korban yang banyak diceritakan di berbagai media tersebut.
Kalau kita lupa mengganti baterai remote TV dan menunggu sampai baterainya benar-benar habis, resiko terparahnya kita harus memencet tombol di TV secara langsung. Kalau kita lupa menganti Ban Motor dan membiarkannya aus karena gesekan, resiko terparahnya kita slip dan mungkin tabrakan. KALAU KITA LUPA MENGGANTI SELANG DAN REGULATOR DAN MEMBIARKANNYA RUSAK KARENA USIA, resikonya yah, KEBAKARAN.
Kalau kita sendiri yang lupa menganti selang dan regulator dan menunggunya sampai rusak dan bocor, apakah pantas kita menyalahkan orang lain atau pemerintah?
Memang pemerintah ada andil dalam kejadian kebakaran gas belakangan ini. Tapi kita, juga ikut andil dan menjadi penyebab utama kebakaran tersebut.
Harga paket selang dan regulator yang berkualitas baik, kurang dari
Rp 100.000,- tapi dampak membiarkan selang dan regulator rusak rasanya bisa ribuan kali dari harga tersebut di atas.
Kalau pemerintah kurang sosialisasi, maka marilah kita yang mengerti untuk mensosialisasikan hal ini, minimal kepada keluarga dan kerabat kita. Mari kita berhenti menjadi masyarakat yang suka mengeluh, saatnya menjadi bagian dari solusi…!!!"
Salam
www.sukardiarifin.com
Tuesday, March 30, 2010
Damn! Uang Gua Dimakan (Ditilep) Orang Pajak!
Yang disorot hanyalah sekian oknum pegawai pajak. Dan kebetulan sekian oknum tersebut memiliki kekayaan yang sangat janggal apabila dimiliki oleh PNS. Sangat janggal mengingat apabila dihitung dengan pembuktian terbalik.
Tulisan saya ini bermaksud memberikan berbagai klarifikasi tentang berbagai rumor yang berkembang di masyarakat saat ini. Yang saya lihat hanya melihat satu sisi saja tanpa melihat sisi yang lain.
Pertama, Apakah uang yang saya bayar benar-benar dimakan pegawai pajak?
Benar, uang yang anda bayar dimakan oleh pegawai pajak. Tapi dalam bentuk gaji dan tunjangan. Begitu pula PNS dan TNI/Polri. Sebagian gaji kami para PNS, berasal dari pajak yang anda bayarkan. Hal itu telah diatur dalam Undang-undang dan berwujud dalam bentuk APBN/APBD yang disusun oleh pemerintah.
Secara tak langsungpun anda juga telah memakan uang pajak. Bangunan umum, terminal, pelabuhan, jalan, jembatan dan berbagai fasilitas umum yang lainnya dibangun dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN/APBD. Dan sebagian dana tersebut berasal dari pajak.
Begitu pula dengan berbagai pelayanan umum lainnya. Sebagian dibiayai oleh pajak, mengingat porsi pajak dalam APBN adalah lebih dari 70%.
Sementara ada berbagai kalangan yang bahkan membentuk grup penolak bayar pajak, atau ada sebagian dari mahasiswa –yang saya tidak tahu bagaimana kualitas intelektualnya– ada yang berkata “tolak bayar pajak”.
Padahal sebagian besar dari hidupnya ditunjang oleh pajak. Kenapa menolak pajak? Sebuah reaksi berlebihan yang menurut saya sangat tidak cerdas. Harusnya ketika ada reaksi seperti itu, berikanlah solusi. Jangan cuma bereaksi tapi tanpa solusi.
Kedua, Apakah uang yang saya bayar benar-benar (bisa) “Dimakan” oleh pegawai pajak?
Hal ini ada beberapa penjelasan. Mengingat ada hubungannya dengan kasus Gayus Tambunan.
Bisa jadi “iya” dan bisa jadi juga ‘tidak” jawabannya. Relatif. Tergantung dari perbuatannya dan dari mana pemicunya.
Seringkali dalam pemberitaan yang disorot hanyalah oknumnya. Bukan dari mana asal mula peristiwa tersebut. Yang ini adalah sebuah pemberitaan yang tidak imbang. Berikut dari beberapa analisa dan beberapa hal yang berkaitan dengan “pemakanan” uang pajak oleh oknum pajak. Akan saya sampaikan berbagai modus operandi, pelaku serta bagaimana solusinya.
Saya beberkan modus operandi agar anda tahu berbagai macam bentuk awal mula kejahatan, tapi jangan ditiru. Saya hanya angin memberikan sedikit wawasan untuk anda.
Saya akan beberkan pelaku, karena tidak semua pelaku berasal dari oknum pajak, ada beberapa hal yang membuat beberapa orang menjadi pelaku korupsi.
Saya akan beberkan solusi, karena saya tidak ingin hanya memberikan sebuah masalah. Saya ingin menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
Adalah sebuah klarifikasi bagi saya yang pertama bagi anda tentang pembayaran pajak. Menurut saya, dari sinilah bermula saya harus memberikan sedikit wawasan tentang bagaimana pekerjaan kami dan tentang arus uang yang saat ini salah kaprah dipahami oleh masyarakat.
Instansi kami adalah instansi yang berhubungan dengan uang. Tapi berhubungan secara tak langsung. Kami bukanlah pemungut yang memungut uang, memegangnya dan mengelolanya. Tugas kami bersifat administratif dan pengawasan serta kepatuhan.
Kami tidak mengutip, memungut, memotong uang pajak. Itu adalah tugas instansi atau entitas yang lainnya. Uang pembayaran pajak langsung disetor lewat bank atau kantor pos. Jika ada pegawai pajak yang memegang uang Wajib Pajak, berarti ada indikasi penyelewengan.
Uang pembayaran pajak di setor lewat bank atau kantor pos dengan melalui tanda bukti pembayaran yang bernama SSP, Surat Setoran Pajak. Dan melalui SSP tersebut dilampirkan dalam SPT, Surat Pemberitahuan untuk dilaporkan di kantor kami.
Jadi, kami tidak memegang uang pajak. Salah besar kalau ada yang menyatakan dan berpendapat bahwa bayar pajak di kantor pajak. Bayar pajak itu di bank atau kantor pos.
Pengelolaan uang pajak bukan dari kami. Kami hanyalah administrator. Bukan pengelola. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerahlah pengelola sebenarnya dari uang pajak yang anda bayarkan. Pengawasan dari anda sangat diperlukan dalam mengontrol kinerja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Berarti jelas tentang masalah uang. Instansi kami tidak menerima dalam bentuk uang, instansi kami tidak mengelola uang yang anda bayar. Kami adalah administrator atas pembayaran pajak dan pelaporan pajak yang anda lakukan.
Kemudian, menuju pembahasan selanjutnya. Tentang bagaimana penyimpangan itu bermula.
Dalam pembahasan di atas, telah saya jelaskan bahwa apabila prosedur dilakukan dengan benar. Maka tak ada uang anda maupun berbagai manipulasi yang terjadi dalam prosesnya. Namun terkadang dalam realitanya ada berbagai penyimpangan. Dalam hal ini penyimpangan dapat dilakukan oleh pelaku dengan status apapun. Bukan hanya pegawai pajak, namun Wajib pajak dapat juga menjadi pelaku karena berbagai macam hal.
Dalam kasus yang terbaru. Mungkin salah satu pelaku adalah Gayus Tambunan. Saya bilang salah satu pelaku, karena dalam manipulasi pajak tidak mungkin dilakukan oleh satu orang apabila menyangkut uang sebesar itu. Bisa jadi AK sebagai pengusaha juga dapat menjadi pelaku.
Manipulasi pajak dapat dilakukan biasanya karena ada kesepakatan kedua belah pihak. Antara pengusaha dan oknum pajak. Tidak bisa tindakan manipulasi pajak hanya dilakukan oleh oknum pajak. Hal ini karena dalam pelaporan pajak harus ada kesepakatan oleh ke dua belah pihak.
Sebagai logika, tidak mungkin misalnya jika posisi saya sebagai pengusaha membiarkan laporan keuangan saya diutak-utik tanpa sepengatahuan saya dong. Ini adalah logika umum. Logika yang wajar. Masa’ sebagai pengusaha tidak sensitif dalam masalah uang?
Dalam kesepakatan ini, dapat bermula dari salah satu pihak atau mungkin “tahu sama tahu” antara kedua belah pihak.
Dalam “inisiatif” salah satu pihak, bisa jadi dari pengusaha yang meminta untuk “menggoreng” laporan keuangan oleh oknum pajak atau bisa jadi oknum pajak melihat celah untuk mengais rezeki dengan tidak halal dari laporan keuangan yang amburadul. Jadi harus melihat dari mana akar mula masalah, jangan hanya mengkambing hitamkan salah satu oknum tanpa melihat keadaan oknum yang lainnya.
Pencegahannya sangat gampang. Jika anda pengusaha yang taat dan tertib, pembayar pajak yang taat hukum dan merasa dipaksa untuk berbuat yang tidak-tidak oleh oknum pajak. Salah satu solusi yang saya sarankan adalah catat NIP pegawai tersebut, nama dan kantornya dan laporkan ke 500200 kring pajak. Atau laporkan kepada atasan maupun kepala kantor yang bersangkutan. Kalau perlu rekam pembicaraan itu.
Pencatatan nama dan NIP untuk menghindarkan oknum yang bukan pegawai pajak yang mengaku pegawai pajak. Karena dalam realitanya, memang ada oknum yang bukan pegawai pajak mengaku sebagai pegawai pajak yang mampu melancarkan segala urusan perpajakan.
Untuk anda sebagai pengusaha, saran saya tertiblah dalam masalah keuangan. Sesuai dengan perhitungan pajak, membayar dan melaporkan tepat waktu dan imbang laporan keuangannya. Sehingga tak ada celah bagi oknum nakal untuk beraksi. Asal kondisi “dapur” anda bersih dan “wajar”, tak ada yang perlu di takutkan lagi. Karena sekarang pajak adalah instansi yang sedang menerapkan reformasi birokrasi. Jadi segala penyimpangan yang ada dapat dilaporkan secara hukum.
Dalam perkembangannya, tak jarang manipulasi dilakukan oleh pihak eksternal yang bukan oknum pajak.
Dalam kasus yang terbaru dan telah terbuka oleh umum adalah kasus bendaharawan Kabupaten Bireuen yang secara sengaja tidak menyetorkan pajak di tahun 2007 dan 2008. dalam hal ini, manipulasi pajak dilakukan oleh Pengelola Keuangan.
Modus operandinya bisa beragam. Dari manipulasi pembayaran pajak dengan SSP palsu maupun dengan pelaporan SPT yang tidak benar. Bisa juga ada kerjasama dengan oknum pajak.
Solusinya adalah pengawasan oleh Account Representative yang bersangkutan harus tegas. Dan pengawasan dari elemen masyarakat untuk melaporkan segala penyimpangan yang ada. Masyarakat jangan hanya berpangku tangan melihat kejanggalan yang ada. Jangan hanya merasa hal itu adalah tugas dari penegak hukum. Harus ada kontrol sosial yang dilakukan oleh masyarakat.
Jangan hanya mengandalkan dan menyandarkan segala masalah kepada penegak hukum saja. Harus ada tindakan yang nyata pula dari masyarakat.
Ada tambahan lagi, segala sistem administrasi yang kami lakukan adalah gratis alias bebas biaya. Kami ga perlu segala uang pelicin, hadiah maupun parcell dari anda. Anda cukup patuh dalam membayar pajak dan pelaporannya secara wajar. Hal itu sudah cukup bagi kami.
Dari berbagai orang yang telah kami temui, rata-rata Wajib Pajak yang jujur dan tertib sangat senang dengan pelayanan yang kami berikan. Hanya oknum nakal yang masih menginginkan kembali menggunakan cara yang tidak benar yang sebal dengan pelayanan kami. Sebab tidak ada kesempatan bagi mereka untuk ngutak-atik segala yang benar.
sumber : kompasiana
Saturday, March 13, 2010
Apakah Aku Seorang Rakyat???
Pada saat sendiri kadang aku bertanya pada diriku sendiri…
Apakah aku adalah seorang rakyat dari bangsa yang sangat kucintai ini?
Ataukah aku adalah segelintir rakyat yang hanya dijadikan tumbal oleh sekelompok orang?
Dalam beberapa minggu ini, banyak berita yang cukup membuat aku berpikir dalam kebingungan…
Beberapa diantaranya adalah:
1. Rencana pemboikotan DPR terhadap Sri Mulyani dalam pembahasan RAPBN 2010.
Apakah Sri Mulyani sudah pasti bersalah? menurut anggota DPR sendiri bahwa Sri Mulyani baru “diduga bersalah”, bukan “sudah bersalah”. Padahal banyak dari anggota DPR yang sudah menjadi tersangka dalam beberapa kasus korupsi (????) – komentar rakyat
Bukankah pembahasan RAPBN itu adalah untuk kepentingan rakyat? Dalam pembahasan RAPBN itu akan dibahas anggaran kesehatan, anggaran untuk penanggulangan kemiskinan, anggaran proyek pembangunan, anggaran pendidikan dan beberapa anggaran lain yang diperuntukkan rakyat. Kalo diboikot kapan anggaran untuk rakyat tsb akan segera cair? Jatuhnya, rakyat laagi yang dirugikan.
Kebingungan saya adalah, “rakyat” yang mana sebenarnya yang mereka wakili?
2. Demo anarkis yang dilakukan mahasiswa.
Beberapa tahun terakhir sering terdengan demonstaris yang dilakukan mahasiswa berakhir dengan kericuhan dan merugikan rakyat. Padahal mereka menganggap bahwa suara mereka adalah suara rakyat. Tapi yang terjadi malah merugikan rakyat. Beberapa bentuk kerugian yang diderita rakyat atas ulah mahasiswa tsb adalah:
- Memblokir jalan.
Akibat dari pemblokiran ini adalah pelajar jadi tidak bisa ke sekolah, kekantor atau melakukan aktivitas mereka dengan normal. Kasian sopir angkot, tukang becak, dan pekerja lain yang kehilangan penghasilan krn pemblokiran jalan tsb. Belum lagi kemaceta yang diakibatkan. Siapa lagi yang dirugikan? Sudah pasti rakyat.
Kadang mereka berteriak Allahu Akbar segala tapi tindakannya berujung anarkis.
- Merusak fasilitas umum dan kendaran dinas
Sering juga melakukan perusakan fasilitas umum dan merusak/membakar mobil plat merah, padahal fasilitas itu adalah duit rakyat yang dibayar melalui pajak. Siapa yang dirugikan?? Rakyat - Komentar
- Melakukan provokasi/memancing keributan
Tak jarang polisi yang sudah membuat barikade didorong, dicela bahkan dilempar sehingga terluka. Setelah polisi membela diri dan meyebabkan si mahasiswa terluka, baru mereka teriak2 ada pelanggaran HAM. Apakah anggota polisi yang diserang mahasiswa tidak dilanggar HAM-nya?
- Setelah jadi pejabat diem aja.
Tak sedikit dari beberapa tokoh mahasiswa yang dulu vocal, brani bicara dan berteriak atas nama rakyat setelah jadi pejabat atau anggota DPR tidak lagi kedengaran suaranya.
Kebingungan saya yang kedua adalah?
Siapa sebenarnya “rakyat” yang diwakili mahasiwa yang anarkis tsb?
Sehingga ada pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa terjawab.
a. “Rakyat” yang mana yang mereka wakili?
b. Apakah Kita seorang “rakyat”? Karena aspirasi Kita tidak terwakili oleh mereka? Bahkan kita dirugikan oleh mereka?
Monday, August 24, 2009
Tari Pendet Diklaim Malaysia
Malaysia mencatut tari pendet dalam iklan pariwisatanya. Masyarakat Bali pun protes karena tari pendet sudah menjadi budaya masyarakat Bali selama ratusan tahun. Awalnya tari pendet merupakan tarian yang disajikan di Pura untuk acara keagamanaan Hindu dan menyambut Dewa dan Dewi. Tari Pendet diciptakan dengan semangat ngayah (sukarela) sebagai persembahan pada para Dewa. Diakui dibuat secara komunal bukan perseorang.
"Inilah salah satu kesulitan untuk mendaftarkan tari Pendet ke HAKI," keluh
Anggota DPD RI asal Bali Ida Ayu Agung Mas di sela-sela protes para seniman Bali di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2009).
Pada tahun 1950, tari pendet digubah menjadi tarian sekuler agar bisa menjadi tontonan umum. Salah satu tokoh yang menggubah tari pendet adalah Nuh Arini. Pada saat itu para seniman berharap tari pendet bisa digunakan untuk menjadi kegiatan pariwisata. Berbagai modifikasi pun dilakukan dalam tarian ini. Lahirlah tari pendet versi pertunjukan.
Pada tahun 1961 Wayan Berata, menyempurnakan tari pendet versi pertunjukan. Jika biasanya tari pendet dibawakan oleh dua orang, Wayan menambahnya menjadi empat orang. Dalam versi keagamaan, gadis-gadis membawakannya dalam pakaian adat untuk sembahyang. Dalam versi pertunjukan baju para penari dirubah menjadi cerah dan gemerlap.
Tahun 1962 tari Pendet disajikan secara kolosal oleh 3.000 penari pada pembukaan Asean Games.
Kini tari Pendet dibawakan para penari Bali dalam berbagai acara budaya maupun pertunjukan. Duta-duta budaya Indonesia pun kerap membawakannya di luar negeri.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.
Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa.
Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakkan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakkan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.
Tari putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya.
Thursday, August 6, 2009
Kejanggalan di Bom Ritz-Marriott
Menurut Al-Khaththath, sehari setelah peristiwa bom itu, sejumlah ormas Islam bertemu di PP Muhammadiyah. Dari situ mereka dapat informasi bahwa pada saat terjadi peledakan, ada 130 anggota CIA yang bermalam di Hotel Marriott. “Saya yakin, ini bukan hal kebetulan!” ujar sekjen FUI ini.
Sayangnya, tidak ada media yang memberitakan soal keberadaan sejumlah agen intelijen Amerika ini yang secara kebetulan berada di lokasi kejadian.
Khaththath yakin bahwa ada pihak-pihak yang sangat kompeten soal bom dan mereka sama sekali tidak dicurigai. “Bukankah yang sangat mengerti soal bom adalah mereka yang ngerti persenjataan. Dan itu bisa polisi, tentara, atau intelejen.”
Ketua Hizbud Dakwah Islam ini pun menyayangkan beberapa media yang mengikuti arus aparat dengan melakukan tuduhan-tuduhan terhadap aktivis Islam.
Khaththath menambahkan, biasanya sebelum ada bom selalu ada pengkondisian terhadap siapa yang akan menjadi tertuduh. “Saya ingat benar dengan peristiwa bom Bali 2002. Seminggu sebelum kejadian, sejumlah ormas Islam diundang ke mabes Polri. Di sana, mereka mendapatkan pengarahan soal bahaya terorisme. Bahkan, di situ disebut tiga orang berbahaya yang disinyalir sebagai anggota jamaah Islamiyah. Mereka itu adalah Abu Bakar Ba’asir, Hambali, dan Imam Samudra. Dan seminggu kemudian, bom meledak. Dan mereka pun langsung menjadi target perburuan polisi,” papar Al-Khaththath.
Senada dengan Khaththath, Jose Rizal menyorot keanehan lain dalam kasus kamar 1808 di hotel Marriott. ”Bagaimana mungkin seorang pelaku bom begitu ceroboh meninggalkan jejak dengan sejumlah bukti yang begitu jelas. Ada laptop, mur, dan sidik jari,” ujar dokter yang sudah begitu akrab dengan korban bom di beberapa tempat konflik.
Menariknya, pada saat kejadian, di hotel tersebut sedang berlangsung pertemuan para top manejer dari beberapa perusahaan besar yang berbisnis di Indonesia. ”Bagaimana mungkin seorang Nurdin M Top bisa secanggih itu dalam soal informasi?” ucap Jose meyakinkan.
Jose menambahkan, agak aneh kalau pelaku bom bunuh diri dengan menggunakan tas troli di bom, tapi kepala dan tubuhnya terpisah. ”Ini juga kejanggalan. Kalau bom diletakkan di ransel, hal itu mungkin terjadi. Tapi kalau bom di tas troli atau dijinjing, sulit menangkap itu sebagai sebuah kebenaran,” papar ketua presidium Mer-C ini.
sumber: eramuslim.com
Monday, June 8, 2009
Fakta Kasus Manohara - Versi Kubu Tengku Fachry
Berikut Kisah Drama Manohara versi dari Kubu Tengku Fachry yang diambil dari : http://toughlane.blogspot.com/
Sungguh baik hati Tengku Temenggong. Walaupun dihina dengan tuduhan tanpa bukti oleh Isterinya Cik Puan Temenggong Manohara, beliau bersahaja, tidak bersedia untuk mengambil tindakan balas, tidak gopoh untuk mencabar, bahkan membiarkan Isterinya ke hulu ke hilir jumpa tv dan suratkabar bagi menuduhnya memperlakukan kekejaman terhadap Isterinya.
Kekejaman yang dilakukan oleh Tengku Temenggong kerana beliau dituduh, pada hal beliau tidak melakukannya, ini bererti beliau tidak kejam, sebaliknya Cik Puan Temenggong Manohara yang beraksi kejam terhadap suaminya Tengku Temenggong. Kejam kerana menuduh suaminya dengan mencipta reka cerita bahawa dia di silet-silet, disuntik, disterika sedangkan perkara yang dituduh itu tidak benar dan tidak ada bukti.
Yang anehnya, apabila blog ini mempertahankan tuduhan terhadap Tengku Temenggong dikatakan cuba hendak memanaskan perhubungan diantara dua negara, apa kaitan membongkar kepalsuan Dasiy Fajarina dengan Kerajaan. Orang buta pun faham, bahawa tidak ada kaitan langsung antara isu Manohara dengan keakraban diantara Malaysia dengan Indonesia. yang ada kaitan ialah tuduhan FITNAH terhadap Tengku Temenggong dengan Ibu Mertua Dasiy Fajarina yang 'gila harta' yang dijadikan anak sebagai 'modal' untuk memuaskan nafsu besar sebagai orang yang paling kaya dibumi Indonesia setelah 'gagal' beraksi di Perancis.
Dasiy Fajarina sudah berjaya memperbodoh 'junus', Dewi Sri Asih sudah menjelaskan tentang 3 orang pahlawan 'bodoh' yang membebaskan Cik Puan Temenggong dari mendampingi suami tapi masih 'gagal' mengenal pasti siapa bapa dan ibu kandongnya manakala Cik Puan Temenggong akan sepi setelah keagungan yang diperolehi dilenyapkan oleh Dasiy Fajarina kerana marah dan dendam kepada TT tidak menunaikan hajat nya.
Semua cerita dilayarkan di blog ini adalah tentang Tengku Temenggong dituduh tanpa bukti bahawa beliau telah menyiksa Cik Puan Temenggong Manohara oleh Dasiy Fajarina yang kita tahu latarbelakang Dasiy Fajarina tidak baik. TT dituduh melakukan kejahatan sebagaimana apa yang terjadi terhadap Salihah, oleh kerana Dasiy Fajarina berpengalaman bagaimana mahu menyiksa orang maka begitulah tuduhan dibuat terhadap TT.
Dalam pertemuan selama 12jam semasa di Singapore dengan Cik Puan Temenggong Manohara, disitulah disiapnya skrip apa yang perlu CPT Manohara baca dan lakunkan, itulah terjadi apabila CPT Manohara bertemu press di Jakarta, semua ceritanya sama dengan apa yang diceritakan oleh Dasiy Fajarina semasa CPT Manohara bahagia bersama suaminya di Kelantan.
Percayalah sekiranya Dasiy Fajarina membenarkan CPT Manohara berada disisi suaminya, pasti CPT Manohara akan bahagian apabila berada disisi TT dan itulah sebenarnya yang dimimpi-mimpikan oleh CPT Manohara. Perkataan 'benci'' yang keluar dari mulut CPT Manohara terhadap TT bukanlah keluar dari hati, tapi perkataan itu 'dipaksa keluar' kerana ingin mengambil hati kehendak Dasiy Fajarina. Kalau benci masakan mereka bercinta sejak tahun 2006 lagi.
Mungkin kah satu hari nanti, CPT Manohara ke Kelantan mencari suaminya atau bekas suaminya atau TT akan ke Indonesia kerana isteri barunya juga orang Indonesia. Siapa tahu?
Sejak akhir ini ramai orang memberi komen berhubung dengan penulisan dan penyampaian maklumat berhubung isu Tengku Temenggong Kelantan dengan Manohara dan tentunya komen-komen tersebut ada yang setuju dan tidak setuju, ada komen yang jujur dan ada komen yang sengaja mengalihkan pandangan supaya blog ini ditutup.
Mempersembahkan cerita sebenar apa yang terjadi diantara suami isteri itu, bukannya satu FITNAH apabila disertakan dengan fakta-fakta tapi apabila bercakap dan menuduh seseorang tanpa bukti yang sah itulah yang dikatakan FITNAH. Jadi dalam soal ini jangan blog ini disalahkan kerana sejak ianya dibuka semua foto-foto dan cerita yang dipaparkan adalah benar.
Yang belum jelas sekarang ini dipihak Manohara dan Dasiy, mana buktinya:-
1. Dada di Silet-Silet
2. Dahi di Sterika
3. Tekanan mental
4. Tambah lain-lain lagi.
Jadi tak usahlah ada diantara kita mengambil kesempatan untuk mencaci rakyat Malaysia ataupun Indonesia, tak usahlah kerana seorang Dasiy Fajarina maka negara hendak dilibatkan, maka tak usahlah kerana hendak menlindungi Dasiy diatas perlakuannya menyiksa seorang rakyat Indonesia di Perancis, kisah Manohara diperbesar-besarkan. Apa yang hendak tegaskan disini, rakyat Indonesia tidak bodoh, tapi ada orang yang diperbodohkan oleh Dasiy Fajarina, itu yang blog ini suarakan. jangan diputar belitkan keikhlasan blog ini untuk memberi makluman yang sahih kepada kalian.
Tunggulah beberapa hari lagi, Pak Duta Indonesia di Malaysia akan bertindak terhadap Manohara kerana tuduhannya yang teramat berat sekiranya Manohara tidak memohon maaf secara terbuka, Tuduhan yang mengatakan Pejabat Duta Indonesia di Malaysia terima RASUAH adalah tuduhan yang keras yang boleh menjatuhkan maruah seseorang dan juga negara. kalau Pak Dutanya sendiri Manohara boleh buat tuduhan palsu dan Fitnah, maka tak hairanlah Manohara dan Dasiy Fajarina memfitnah Tengku Temenggong Kelantan.
Yang mereka cari adalah Wang. dan sesiapa yang banyak wang bolehlah mendampingi keluarga 3 beranak itu.
di ambil dari : http://toughlane.blogspot.com/