Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Friday, August 6, 2010

Tabung Gas Meledak ???

share dari milis temen......http://www.sukardiarifin.com/

"Beberapa hari belakangan ini, pemberitaan mengenai Tabung Gas Meledak, ramai jadi perbincangan.

Ini berita BURUK atau berita LUCU? Seorang kerabat saya yang berasal dari Australia, tertawa (sampai terpingkal-pingkal) dengan berita-berita yang berkeliaran di media-media Indonesia, khususnya berita mengenai Tabung gas meledak. Dia menanyakan, apakah memang tabung di Indonesia bisa meledak seperti layaknya Bom atau granat? "Wah, bagaimana resepnya? Koq kami tidak bisa membuat benda yang sama?"

Saya hanya berusaha menjelaskan, bahwa persisnya tidak seperti itu. Tidak mungkin meledak. Karena setiap berita yang menginformasikan adanya tabung gas yang meledak, ternyata pada layar kaca maupun gambar-gambar tampak jelas kalau tabungnya baik-baik saja, utuh, hanya catnya yang terkelupas dan tentusaja tidak hancur berkeping-keping sebagaimana layaknya bom atau granat yang meledak.

Mengapa banyak media menggunakan kata "MELEDAK"? Menurut saya, biar nampak heboh saja. Dan tentusaja kita lebih senang mendengarkan dan menyampaikan berita yang seru daripada mendengarkan dan menyampaikan informasi yang benar dan lebih bermanfaat. Misalnya, kenapa gas bisa mengakibatkan ledakan? Dan apa sebenarnya penyebabnya.

Kalau orang asing sampai terpingkal-pingkal, seharusnya kita yang ditertawakan merasa malu, mencari tahu kebenarannya dan bukan malah jengkel apalagi masa bodoh dan tetap berada di dalam "kebodohan".

Kenapa Gas Bisa Meledak ?

Sebenarnya yang terbakar adalah gas. Dan tentusaja bukan tabungnya. Suara ledakan, adalah akibat jumlah gas yang cukup banyak dan terkonsentrasi di luar tabung. Kalau gas masih tetap berada di dalam tabung, maka gas tersebut tidak akan terbakar. Gas yang berada di dalam tabung, memberikan tekanan keluar, sehingga tidak mungkin api sampai masuk ke dalam tabung.

Sebagai contoh, saat kita memasak, klep yang berada di atas tabung, terbuka oleh tekanan regulator, lalu gas mengalir menuju kompor melalui selang. Sistem pada kompor, membagi gas secara merata pada masing-masing mata tungku, sehingga kita bisa memasak seperti biasa. Seandainya api dapat "tersedot" atau "menyambar" ke dalam tabung melalui gas yang dialirkan di dalam selang, maka setiap kita memasak pastilah akan terjadi kebakaran.

Sebenarnya, setiap kita memasak, terjadi "KEBAKARAN". Hanya saja, jumlah gas yang keluar jumlahnya tidak banyak, dapat dikendalikan, sehingga "kebakaran" tersebut dapat kita manfaatkan untuk memasak.

Pada prinsipnya, gas akan habis jika bertemu api. Oleh karenanya pada setiap kilang minyak maupun kilang gas, pada ujung cerobong diberikan api. Agar gas tersebut habis terbakar dan tidak menyebar kemana-mana.

Yang BERBAHAYA adalah saat gas keluar dari tabung dan disana tidak ada api. Parahnya, disanapun tidak ada ventilasi yang dapat mengalirkan gas keluar dari ruangan. Akibatnya, gas akan terus berkumpul, menjadi banyak, dan memiliki tekanan yang cukup tinggi. Sehingga pada saat ada yang menyalakan kompor, korek api atau menyalakan listrik maka akan menimbulkan percikan api. Gas yang terkonsentrasi di dalam ruangan dalam jumlah yang banyak, akhirnya terbakar secara bersamaan. Inilah yang menimbulkan suara seperti ledakan dan daya bakar yang luar biasa cepat.

Jadi, penyebab terjadinya kebakaran gas karena adanya 2 unsur yang saling medukung:

Pertama, karena adanya kebocoran gas. Kedua, karena tidak ada ventilasi sehingga gas tersebut terkonsentrasi. Kalau hanya salah satu saja penyebabnya, maka tidak akan terjadi kebakaran besar. Gas yang bocor di tempat terbuka, mungkin saja dapat terbakar, tapi tentulah tidak sedahsyat gas yang bocor di tempat yang tidak berventilasi baik.

Penyebab Kebocoran

Gas dapat keluar dari Tabung yang terbuat baja penyebabnya bisa bermacam-macam sebagai berikut :

1. Tabungnya bocor
2. Regulator rusak atau bocor
3. Regulator tidak menutup dengan rapat
4. Selang rusak atau bocor
5. Sambungan antara selang dengan regulator tidak rapat
6. Sambungan antara selang dengan kompor tidak rapat
7. Knop kompor dalam keadaan terbuka, sehingga terus mengalirkan gas.

Dari 7 penyebab keluarnya gas tesebut, kira-kira berapa persen salah pertamina dan berapa persen salah kita sebagai pengguna ?

Kesalahan dari pihak pemerintah, pertamina dan konsultan yang ditunjuk untuk membagi-bagikan paket tabung dalam program konversi adalah karena tidak mensosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan kompor dan tabung gas yang benar dan aman.

Kesalahah lainnya yang cukup fatal adalah TIDAK MEMBERITAHUKAN UMUR SELANG dan REGULATOR kepada masyarakat pengguna kompor dan tabung gas. Selang dan Regulator, rata-rata dapat bertahan dan bekerja dengan baik selama 12 bulan sampai maksimal 20 bulan.

Nah, Kapan terakhir kita mengganti SELANG dan REGULATOR ?

Kalau kita pun tidak ingat kapan terakhir kali mengganti selang dan regulator, artinya, kita pun tinggal menunggu waktu dan PASTI akan menjadi salah satu korban yang banyak diceritakan di berbagai media tersebut.

Kalau kita lupa mengganti baterai remote TV dan menunggu sampai baterainya benar-benar habis, resiko terparahnya kita harus memencet tombol di TV secara langsung. Kalau kita lupa menganti Ban Motor dan membiarkannya aus karena gesekan, resiko terparahnya kita slip dan mungkin tabrakan. KALAU KITA LUPA MENGGANTI SELANG DAN REGULATOR DAN MEMBIARKANNYA RUSAK KARENA USIA, resikonya yah, KEBAKARAN.

Kalau kita sendiri yang lupa menganti selang dan regulator dan menunggunya sampai rusak dan bocor, apakah pantas kita menyalahkan orang lain atau pemerintah?

Memang pemerintah ada andil dalam kejadian kebakaran gas belakangan ini. Tapi kita, juga ikut andil dan menjadi penyebab utama kebakaran tersebut.

Harga paket selang dan regulator yang berkualitas baik, kurang dari

Rp 100.000,- tapi dampak membiarkan selang dan regulator rusak rasanya bisa ribuan kali dari harga tersebut di atas.

Kalau pemerintah kurang sosialisasi, maka marilah kita yang mengerti untuk mensosialisasikan hal ini, minimal kepada keluarga dan kerabat kita. Mari kita berhenti menjadi masyarakat yang suka mengeluh, saatnya menjadi bagian dari solusi…!!!"

Salam

www.sukardiarifin.com

Saturday, February 13, 2010

Valentine's Day

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.

Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.


Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan.

Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.


Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide orisinal.


Perayaan Kesuburan bulan Februari


Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah

Hari Raya Gereja


Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:

• seorang pastur di Roma

• seorang uskup Interamna (modern Terni)

• seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius


Guru ilmu Agnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"...".

Era abad pertengahan


Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus") When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")

Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

• Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern


Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)

Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.


Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.


sumber: wikipedia.org

Monday, August 24, 2009

Tari Pendet Diklaim Malaysia

Malaysia mencatut tari pendet dalam iklan pariwisatanya. Masyarakat Bali pun protes karena tari pendet sudah menjadi budaya masyarakat Bali selama ratusan tahun.

Awalnya tari pendet merupakan tarian yang disajikan di Pura untuk acara keagamanaan Hindu dan menyambut Dewa dan Dewi. Tari Pendet diciptakan dengan semangat ngayah (sukarela) sebagai persembahan pada para Dewa. Diakui dibuat secara komunal bukan perseorang.

"Inilah salah satu kesulitan untuk mendaftarkan tari Pendet ke HAKI," keluh
Anggota DPD RI asal Bali Ida Ayu Agung Mas di sela-sela protes para seniman Bali di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2009).

Pada tahun 1950, tari pendet digubah menjadi tarian sekuler agar bisa menjadi tontonan umum. Salah satu tokoh yang menggubah tari pendet adalah Nuh Arini. Pada saat itu para seniman berharap tari pendet bisa digunakan untuk menjadi kegiatan pariwisata. Berbagai modifikasi pun dilakukan dalam tarian ini. Lahirlah tari pendet versi pertunjukan.

Pada tahun 1961 Wayan Berata, menyempurnakan tari pendet versi pertunjukan. Jika biasanya tari pendet dibawakan oleh dua orang, Wayan menambahnya menjadi empat orang. Dalam versi keagamaan, gadis-gadis membawakannya dalam pakaian adat untuk sembahyang. Dalam versi pertunjukan baju para penari dirubah menjadi cerah dan gemerlap.

Tahun 1962 tari Pendet disajikan secara kolosal oleh 3.000 penari pada pembukaan Asean Games.

Kini tari Pendet dibawakan para penari Bali dalam berbagai acara budaya maupun pertunjukan. Duta-duta budaya Indonesia pun kerap membawakannya di luar negeri.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius.

Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, kaum wanita dan gadis desa.

Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakkan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakkan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.

Tari putri yang memiliki pola gerak yang lebih dinamis dari tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan, ditampilkan setelah tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan dan perlengkapan sesajen lainnya.


Wednesday, July 29, 2009

Benarkah Neil Armstrong Mendarat di Bulan?

Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut? Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969. Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan. Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS. Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya. Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.” Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara. Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan. Kepercayaan melemah Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?” Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”. Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam. Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”. Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa. Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu. Konstelasi Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003. Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars. Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke Bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin. Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit. Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS. Komentar Saya, Pihak yang skeptis mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara. Menurut saya, bendera tersebut diikatkan pada tiang yg berbentuk huruf L, agar terlihat berdiri. Dan bendera tersebut adalah kaku dan berkerut-kerut/terlipat, sehingga meskipun tidak bergerak, tetapi terlihat seperti berkibar. Kalo kita jeli melihat dalam videonya terlihat bahwa bendera tsb tidak berkibar/tidak bergerak, tetapi hanya terlihat berkibar karena bendera tersebut memang kusut dan berkerut-kerut. sumber : kompas.com

Wednesday, May 20, 2009

Seni Perang Sun Tzu


Ilmu perang ( dibaca dalam satu tarikan nafas ) - bukanlah perang itu sendiri – adalah suatu cara untuk mencapai kemenangan. Hal ini berarti tidak harus dilakukan dengan cara membunuh dan atau menembakkan senjata. Mereka adalah dua hal yang berbeda. Bahkan sangat berbeda.

Falsafah yang mendasari sehingga ilmu perang – Sun Tzu -- disusun adalah untuk mencengah munculnya penyakit ( perang ), yang dapat menyebabkan kesengsaraan. Tujuan dari keberadaan ilmu perang adalah untuk mendatangkan kesejahteraan bagi sebuah individu/organisasi/komunitas/bangsa/negara. Yakni kesejahteraan manusia itu sendiri. Dengan jalan mencegah pertempuran ( kontak senjata ), yang berdampak pada rusaknya peradapan serta kesejahteraan manusia – siapapun pemenangnya.

Falsafah ini, diceritakan di dalam sebuah cerita kuno Tiongkok, yang mengambarkan keberadaan dari sebuah keluarga tabib, yang memiliki 3 orang keturunan – ditempatkan sebagai prakata buku Seni Perang Sun Tzu, terjemahan Thomas Chaley. Di mana, si Bungsu yang terkenal di kalangan masyarakat, sehingga dipanggil untuk melayani di kekaisaran, di tanya oleh sang kaisar. " Siapa yang paling ahli di dalam keluargamu, di dalam ilmu pertabitan ? " Ia menjawab, yang paling ahli adalah sang kakak yang tertua. " Si Kaisar menjadi heran, mendegar jawaban ini. Sebab jika demikian adanya, mengapa ia tak menjadi terkenal ? " Si Adik bungsu ini menjawab, " Kakak saya yang sulung,menyebuhkan penyakit pada tingkatan roh ( sebelum ia berwujud ). Itulah sebabnya, ia menjadi tidak terkenal.
Karena orang/komunitas yang ditolongnya, tidak menydari bahwa ia telah di tolong/disembuhkan – sebelum penyakit itu mewujud dalam tubuh si Pasien. Tataran menegah ilmu pertabitan keluarga kami, dipegang oleh kakak saya yang nomor dua, karena ia menyebuhkan pada tataran yang belum parah/biasa saja. Tataran terendahnya adalah saya, karena menyembuhkan dalam tingkatan sakit yang parah/akut. Karena yang saya sebuhkan tingkatan itu parah/akut, maka saya menjadi sangat terkenal – padahal dalam tataran ilmu pertabitan keluaga, sayalah yang terendah. " Dengan demikian, perang itu sendiri, dibagi menjadi 3 tingkatan. Perang ngelmu/roh ( beradu strategi ), perang menengah, dan perang puputan ( bhs. Bali, habis – habisan ). Perang puputan sendiri, berada pada tataran ilmu 'tabib terendah'.

Di mana, apabila terjadi sebuah perang pada tingkat menengah apalagi hingga puputan, maka itu adalah sebuah wujud kegagalan dalam penerapan ilmu perang itu sendiri. Yakni para pemimpin suatu kelompok/komunitas tidak mampu menerapkan kaidah – kaidah dalam 'penilaian strategi' – ada 5 hal yang dinilai.

Semua pemimpin/jenderal diharapkan mempelajari ilmu perang, sehingga pertempuran hanya terjadi pada tingkatan ngelmu/roh, dengan kerusakan yang amat sedikit. Di mana "kemenangan telah didapat sebelum bertempur" ( sebuah ujar2 Sun Tzu yang banyak dikutip). Sehingga menghindari perang pada tingkatan menegah dan puputan.

Dengan demikian, apabila terjadi perang secara nyata, dapat dikatakan merendahkan ilmu perang itu sendiri dengan jalan memperlajari parameter kemenangan /kekalahan sedari awal, dan menerapkannya ( perang roh/ngelmu ) – karena ilmu perang Sun Tzu bertujuan sedapat - dapatnya untuk mencegah terjadinya perang kontak senjata ( yang mengakibatkan rusaknya kemanusiaan ). Tujuan ini, ia digambarkan secara jelas, pada kalimat terawal sekali pada buku ini, yakni " ... m enentukan mati hidupnya sebuah bangsa ... ." Dengan demikian, pada dasarnya perang ada bukan untuk perang.



disarikan dari berbagai sumber.

Thursday, May 14, 2009

Ramalan 7 Satrio Ronggowarsito

Ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
  1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
  2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
  3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
  4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
  5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
  6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.
  7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.


sumber : http://www.wacananusantara.org